Ads Top

Cara Menjadi Kaya di Usia Muda

Berusia muda bukan berarti tidak perlu cermat dalam mengelola keuangan. Mungkin pada saat remaja, masih sepenuhnya menggantungkan hidup pada orang tua dan hanya berkutat pada masalah mengelola uang saku.
Namun seiring berjalannya waktu dan bertambahnya usia, maka tanggung jawab pun bertambah dan pada usia kuliah atau 20-an, Anda tidak hanya berpikir untuk kebutuhan saat ini saja tapi juga untuk kebutuhan di masa mendatang.
Hal ini wajar karena saat itu usia sudah cukup dewasa dan tentu sebagai anak yang bertanggung jawab, ingin mempunyai kemandirian secara finansial dan bahkan berusaha untuk memberi tambahan dana bagi orangtua.
Untuk itu, penting sekali untuk memahami cara mengelola keuangan di usia 20-an, sehingga dapat membangun kehidupan yang mapan. Mengelola keuangan yang baik bukan berarti tidak dapat bersenang-senang dan menikmati masa muda, yang terpenting harus dapat mengetahui cara mengelola dengan tepat. Berikut
1.       Pengeluaran sesuai keuangan
Pada usia dewasa muda, tentu tergerak untuk mengikuti perkembangan zaman sesuai dengan karakter anak muda. Apalagi bila pada usia tersebut sudah dapat memperoleh penghasilan sendiri.
Namun demikian, ada baiknya mengatur pengeluaran sehingga tidak hanya sekadar memenuhi keinginan semata, tapi juga sesuai dengan kondisi keuangan. Sehingga di luar pengeluaran masih dapat menyisihkan uang untuk dana cadangan maupun investasi. Dengan memupuk kebiasaan ini sejak dini, maka Anda dapat terbiasa dan membawa kebiasaan tersebut hingga usia matang.
2.     Hindari utang kartu kredit
Penggunaan kartu kredit memang tidak dilarang, namun usahakan hanya bila memang mendesak atau penggunaan kartu kredit tersebut dapat membawa keuntungan.
Terbiasa menggunakan kartu kredit akan membuat Anda terjerat dalam utang dan kebiasaan utang tersebut akan mengganggu ketika bermaksud untuk membeli sesuatu dengan nilai yang besar. Ingat, penggunaan kartu kredit tetap merupakan pengeluaran yang harus  dipenuhi.
3.       Kuatkan dana darurat
Usia muda merupakan saat yang tepat untuk memupuk dana darurat karena pada usia ini relatif masih tidak mempunyai tanggungan dan juga mempunyai jangka waktu yang lebih longgar.
Dana darurat ini berguna bila ada pengeluaran yang tidak terduga atau bila  mengalami kondisi tertentu seperti PHK sehingga tidak mendapat penghasilan rutin.
4.       Miliki asuransi
Saat usia muda biasanya orang tidak begitu memikirkan mengenai asuransi karena merasa belum perlu. Padahal asuransi tetap diperlukan agar bila mengalami sakit atau membutuhkan perawatan, tidak harus mengeluarkan banyak dana dari kantong sendiri.
Selain itu, mendaftar asuransi saat usia muda juga dikenai premi yang lebih murah. Bila mempunyai tanggungan, maka Anda juga memerlukan asuransi jiwa
5.      Belajar investasi
Saat ini, bunga tabungan tidak dapat mengejar inflasi sehingga membutuhkan instrumen untuk dapat memperoleh tingkat hasil yang melebihi inflasi. Untuk itu, belajarlah investasi dalam berbagai produk sehingga mempunyai pengetahuan dan juga pengalaman yang cukup untuk dapat menentukan investasi yang paling tepat.
Jangan ragu untuk memulai meskipun dengan dana kecil, karena dana besar juga dimulai dari dana yang kecil dahulu.
6.        Menabung untuk pensiun
Orang yang berusia muda juga sangat jarang memikirkan mengenai dana pensiun. Hal ini cukup dapat dipahami karena pada usia tersebut biasanya orang dalam masa produktif dan merasa bahwa masa pensiun masih cukup lama sehingga tidak perlu memupuk dana pensiun.
Padahal memulai dana pensiun sejak muda akan terasa lebih ringan karena Anda mempunyai waktu yang panjang sehingga setiap bulannya hanya perluas menyisihkan dana dalam jumlah kecil.
Tidak sulit bukan mengatur keuangan di usia muda, yang terpenting harus mulai membiasakan diri sehingga terbentuk pola disiplin yang membuat diri mudah untuk terus menjalankan kebiasaan tersebut di masa mendatang.


Diberdayakan oleh Blogger.