Ads Top

Gandeng Kemenag, OJK Incar Travel Umrah Bodong

jpnn.com - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bakal menggandeng Kementerian Agama (Kemenag) masuk bagian Satgas Waspada Investasi.
Kerja sama itu terkait penawaran promo ibadah umrah dan haji banyak menipu calon jemaah. ”Izin umrah dan haji dari Kemenag. Karena itu, kami kerja sama,” tutur Deputi Komisoner OJK Hendrikus Ivo.
Saat ini, tidak sedikit agen perjalanan berlomba menawarkan promo ibadah umrah dan haji berbanderol murah dibanding harga normal.
Harga murah itu menjadi jalan pintas menjerat para korban.
Nah, banyak calon jemaah tergiur untuk mencicil biaya perjalanan.
Namun, faktanya tidak pernah terealisasi alias gagal berangkat.
”Kami mengawasi dan memberi perlindungan konsumen. Jadi, kami harus memastikan agen travel penjaja umrah dan haji murah itu mengantongi izin dari Kemenag,” ulasnya.
Meski begitu, Ivo belum mengantongi data jumlah pengaduan masuk akibat ulah agen perjalanan penjaja paket umrah promo bodong.
Namun,  OJK menggaransi laporan umrah bodong itu tetap ada.
”Banyak calon jemaah telah menabung tetapi saat hari H tiba, tidak berangkat juga. Ini sudah lazim terjadi dan harus diungkap,” tegasnya.
Sebelumnya, OJK menyebut 80 perusahaan investasi tanpa izin menyebar di Indonesia.
Sejak layanan financial customer care (FCC) beroperasi pada 2013-2016, masuk 801 informasi dan pertanyaan masyarakat mengenai 484 perusahaan diduga melakukan kegiatan investasi bodong.
Dari jumlah itu, ada 217 perusahaan dapat ditindaklanjuti melalui monitoring dan pengamatan lapangan secara bertahap.
Dari 217 entitas itu, sebanyak 80 perusahaan menghimpun dana tanpa menggenggam izin jelas alias bodong.
Jumlah 80 perusahaan investasi bodong itu meningkat sejak portal diluncurkan pada Agustus lalu. 

Sumber : www.jpnn.com

Diberdayakan oleh Blogger.