Ads Top

Pemilihan Dewan Komisioner OJK Gunakan Data Intelijen

Jakarta - Panitia seleksi (Pansel) pemilihan calon Dewan Komisioner (DK) Otoritas Jasa Keuangan (OJK) telah dibentuk oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Melalui Keputusan Presiden Nomor 5/P Tahun 2017 tentang pembentukan panitia seleksi pemilihan calon anggota dewan komisioner OJK periode 2017-2022.

Pansel ini berjumlah 9 orang yang anggotanya berasal dari unsur pemerintah, Bank Indonesia, serta perwakilan dari masyarakat industri jasa keuangan.

Menteri Keuangan Sri Mulyani yang sekaligus anggota tim pansel mengatakan, pemilihan calon Dewan Komisioner OJK akan menggunakan data-data dari intelijen, seperti rekam jejak dari BIN.

"Kita gunakan, nanti kan masyarakat memberikan juga masukan dari kandidat yang sudah diumumkan," kata Sri Mulyani usai acara Pertemuan Nasional Sawit Indonesia, Jakarta, Kamis (2/2/2017).

Sri Mulyani menyebutkan, Tim Pansel juga akan menekankan kriteria dewan komisioner OJK sesuai dengan amanat dibentuknya OJK.

"Kita akan mencari orang-orang yang terbaik berdasarkan yang sekarang mendaftar, kriterianya sesuai dengan amanat bahwa OJK adalah suatu industri yang sangat strategis dan penting," kata dia.

Selain itu, Tim Pansel Dewan Komisioner OJK juga akan mengevaluasi kinerja OJK selama 5 tahun belakangan ini. Dari hasil evaluasi, panitia akan menilai sosok yang bisa memperbaiki kinerja OJK ke depan.

"Berdsarkan itu kita akan mencari siapa kandidat yang tentu bisa memperbaiki kinerja, mengoreksi hal-hal yang dianggap lemah oleh industri dan juga dari sisi kita ke depan untuk membangun industri keuangan yang inklusif dan berintegritas," tandasnya.


Sumber : detik.com

Diberdayakan oleh Blogger.