Ads Top

Menjadi Milyarder Sebagai Agent Asuransi

Menjadi Agent Asuransi konvensional tidaklah mudah, apalagi bila ada pencapaian target penghasilan yang tinggi. Namun apakah pencapaian hasil tersebut hanya mimpi dan hitungan di atas kertas saja ? Jawabnya adalah "TIDAK." 

Berikut ini adalah kisah seorang wanita muda agent asuransi, yang memulai usahanya dari umur 20 tahun dan bisa mendapatkan penghasilan satu juta dollar pada usia 26 tahun. Wanita itu adalah yang kita kenal sekarang sebagai motivator dan seringkali tampil di beberapa stasiun TV Indonesia dan luar negeri. Dia menjadi inspirasi banyak orang, karena perjalanan hidup yang dilaluinya tidaklah mudah, pahit getir kehidupan ia rasakan dan sangatlah fenomenal atas apa yang dicapainya saat ini. Apalagi ia hidup sendirian di negeri orang dalam usia yang masih belia.

Bukan merupakan sesuatu yang tendensius, apabila kisah hidupnya dipaparkan pada web ayopensiun.co.id, hal ini semata-mata untuk menjadikan cermin bagi kita semua, sehingga kita dapat mengambil hikmah dari kisah nyata yang dialami seorang Merry Riana.

Mari, bersama-sama kita ikuti kisahnya ... ... ...

Kisah nyata kesuksesan Merry Riana sebenarnya tidak lain adalah kisah sukses seorang agent asuransi dimana di Singapura dikenal dengan sebutan Konsultan Keuangan. Seorang konsultan keuangan di Negeri Singa tidak hanya menjual asuransi, namun produk-produk keuangan lainnya seperti deposito, kartu kredit dan lainnya. Ya, Merry menekuni bisnis ini hingga bisa menghantar dirinya mendapat 1 juta dolar pada usia yang masih sangat muda, yakni 26 tahun.

Profesi agent asuransi atau sales asuransi seringkali tidak dianggap sebagai pekerjaan bergengsi, terutama di Indonesia. Tidak jarang mereka dicibir karena dianggap suka mengganggu dan
mengusik ketenangan orang.

Dan seorang Merry Riana telah menunjukkan dan memberi bukti, bahwa pekerjaan sebagai agent asuransi itu mulia dan bisa menjadikan kaya raya. Pekerjaan ini jauh lebih menggiurkan daripada pekerjaan kantoran yang hanya mendapatkan gaji bulanan yang tidak seberapa dan jarang naik. Gaji agent asuransi sangat tergantung komisi. Kesuksesan agent asuransi tidak diraih dengan begitu saja..

Tak banyak orang bisa mencapai itu. Dan, Merry Riana adalah satu dari sedikit orang sukses itu. Revolusi untuk bebas secara finansial sebelum umur 30 tahun, motivasi yang tinggi, semangat yang menggebu, kerja keras hingga larut malam tanpa kenal lelah, ketajaman pikiran dan hati, serta hubungan yang intim dengan Yang Di Atas menjadi kata-kata kunci kesuksesannya.

Mencapai Sukses
Sukses Merry Riana diawali dengan, keberangkatan dirinya dari Jakarta ke Singapura pada 1998 saat kerusuhan besar terjadi di Tanah Air tercinta ini. Setamat SMA Ursula, Merry hendak kuliah di Universitas Trisakti. Pendaftaran telah dilakukan, namun pecah kerusuhan. Sebagai etnis china yang menjadi sasaran amuk massa ketika itu, orang tua Merry, mengubah haluan demi keselamatan putrinya kala itu.

Dengan kondisi ekonomi terbatas, orang tua Merry memutuskan untuk melanjutkan kuliah si sulung dari tiga bersaudara itu ke manca negara dan pilihannya jatuh ke negeri singa Singapura. Merry kuliah di Nanyang Technological University (NTU). Untuk biaya kuliah di situ, Ria dan beberapa WNI yang kuliah di sana mendapat pinjaman dari Development Bank of Singapura yang kalau dirupiahkan sebesar 400 juta rupiah.

Uang ini dipakai untuk membayar kuliah hingga lulus, termasuk uang asrama dan uang saku. Merry harus menyiasati uang yang sangat sedikit itu agar bisa bertahan dan tidak membebani orang tuanya di Jakarta. 

Pada tahun pertama, Merry berkonsentrasi pada kuliahnya. Biaya untuk hidupnya hanya 10 dolar per minggu harus cukup. Untuk itu dia harus makan mi instan yang dibawa dari Jakarta setiap pagi dan malam, sedangkan pada siang hari ia hanya makan setangkup roti tawar.

Di tahun kedua kuliah, ketika masa liburan, Merry tidak kembali ke Jakarta tetapi mencoba mencari uang tambahan dengan menjual brosur dengan gaji 3 hingga 5 dolar Singapura per jam. Setelah itu dia bekerja di toko bunga. Uang hasil jerih payahnya itu tidak dipakai untuk bersenang-senang tetapi dia tabung. Makin hari uang tabungannya semakin banyak, ketika dia mulai kerja magang pada sebuah perusahan terkenal di negeri singa itu dengan gaji 750 dolar singapura per bulan.

Dari pengalaman hidup yang susah ini kemudian melahirkan revolusi dalam dirinya. Tepatnya, pada waktu Merry merayakan ulang tahunnya yang ke-20, dia membangun resolusi bahwa dia harus merdeka secara finansial sebelum usia 30 tahun.

Menjelang akhir kuliahnya di NTU, Merry Riana, sempat menekuni bisnis Multi Level Marketing (MLM). Uang 200 dolar hilang dari bisnis tersebut. Ia juga mencoba bermain saham, dan berakhir dengan kegagalan. Ketika masa kuliah akan berakhir, dia bersama pacarnya yang saat ini telah menjadi suaminya Alva Tjenderasa, menjajagi bisnis mencetak skripsi mahasiswa NTU dan pembuatan kaos. Akan tetapi bisnis ini tidak jadi dijalankan, karena sudah dikuasai oleh pemain-pemain besar. 

Merry Riana bahkan mau menjadi distributor tunggal Tiansi di Singapura. Merry Riana saat itu telah mengkondisikan teman-teman di kampusnya sebagai down line-nya untuk bisnis MLM yang baru marak di Indonesia. Karena Tiansi gagal masuk Singapura, ia terpaksa batal melakukan bisnis tersebut.

Merry Riana dan Alva suka sekali membaca buku motivasi dari Robert T. Kiyosaki dan Anthony Robbins. Keduanya bahkan mengeluarkan dana lebih dari 2.000 dolar untuk mengikuti seminar-seminar 
Anthony Robbins di Singapura. Merry Riana juga berhasil berfoto dengan idolanya itu dan menjadi kebahagiaan sendiri baginya. Upaya berfoto bersama  Anthony Robbins ini tidak mudah, dan dengan tekadnya yang begitu  kuat, akhirnya mimpinya berfoto bersama Anthony Robbins bisa terwujud.

Tidak seperti teman-temannya yang memilih bekerja di perusahaan, setelah selesai kuliah, Merry Riana dan Alva justru memilih untuk berwirausaha. Seperti diketahui, gaji dengan bekerja di perusahaan adalah sebesar  2.500-3.000 dolar per bulan. Keduanya memilih menjadi agent asuransi.

Mereka mencoba mendapatkan nasabah dari kantor, tetapi sering gagal. Lalu mereka pergi ke mal-mal untuk memprospek calon nasabah. Bukan nasabah yang didapat, mereka malah diusir satpam. Mereka berdua lalu ke stasiun MRT, disana satu dua orang berhasil mendengar penjelasan mereka, namun tidak sampai deal. Mereka lalu mengatur strategi dan siasat untuk menawarkan produk keuangan dengan orientasi target. Setiap hari mereka wawancara dengan 20 orang dan target itu harus dipenuhi dalam kondisi apapun, meski badan lelah. Tak jarang, Merry menangis karena terlalu capek. saking ngototnya untuk mencapai target tersebut, kadang-kadang target itu baru bisa terpenuhi hingga dini hari. 

Dari 20 orang yang diwawancara, rata-rata lima orang bisa ditindaklanjuti. Dan dari lima orang tersebut, hanya satu orang yang bisa deal. Namun sedikit demi sedikit usaha mereka ini mulai menuai hasil. Pada tahun pertama, Merry Riana berhasil mencapai target transaksi senilai 100.000 dolar, dan pada tahun kedua, target dengan nilai yang sama tercapai juga. Merry Riana dengan sendirinya menjadi manajer dan berhak merekrut anak buah.

Puncaknya adalah ketika Merry Riana sukses meraih 1 juta dolar pada usia 26 tahun, lebih cepat empat tahun dari target pribadinya ketika ia merayakan ulang tahun yang ke-20. Atas capaian tersebut, Merry Riana terpilih menjadi Presiden Star Club. Dari sinila ia menjadi terkenal dan mulai diliput secara luas di media massa Asia Tenggara. Merry Riana akhirnya sering diundang menjadi pembicara pada acara seminar di mana-mana dan menjadi motivator ulung.

Merry Riana, Sukses seorang Sales Asuransi di Negeri Orang.


Merry Riana sukses sebagai agent asuransi konvensional, 
yang sangat berat beban targetnya. 

Di CAR, dengan 3i-networks-nya kita sangat mudah menjalankan bisnisnya. Tidaklah kita lebih bisa dalam pencapaian yang kita impikan?


Bersama kita bisa. 
Silahkan hubungi 0823 2886 7299 untuk mendapatkan 1 Milyar Anda.
Diberdayakan oleh Blogger.